Kiat Menulis Kreatif ala Habiburrahman El Shirazy

Masih dalam rangkaian acara Seminar Nasional, Habiburrahman El Shirazy turut mengungkapkan tentang cara menciptakan sebuah karya dan kiat untuk menulis kreatif. Menurutnya, untuk memulai menulis sebuah karya harus melalui beberapa persiapan. Diantaranya mempunyai bahan yang lengkap. Imajinasi dan ide cerita menjadi indikator awal dalam memulai.

“Nulis karya harus punya bahan lengkap. Baru setelah itu bisa. Saya selalu berusaha bahan-bahan yang mau saya tulis lengkap dulu. Imajinasi mau bikin apa. ide anda harus kelar dulu di awal,” ujar El Syirazy

Adapun seorang penulis dapat dikatakan berhasil jika ide yang dimiliki dapat dituangkan serta diceritakan kembali kepada orang lain meskipun belum menjadi tulisan. El shirazy menambahkan bahwa kerangka karangan dan peta cerita menjadi hal yang tak luput dari perhatian saat menulis.

“Miliki ide, matangkan ide itu. Ciri ide matang adalah anda bisa menceritakan kepada teman meskipun belum nulis. Kadang-kadang baru bikin permulaan udah bingung. Tulis poin-poinnya (kerangka karangan/peta cerita). Setelah itu barulah tau ide itu matang,” ungkapnya

El Shirazy menegaskan bahwa sastra memiliki ciri spesifik dan sangat presisi. Dibutuhkan detail dalam menggambarkan setiap kalimat yang dituliskan. Dimana setiap detail pun memerlukan data dan riset. Dalam hal ini, El Shirazy menganalogikan seorang penulis seperti seorang koki. Koki membuat suatu makanan yang lezat. Koki harus memastikan rasa, detail, dan pengalaman memasak agar masakan yang disajikan dapat memuaskan.

“Anda harus detail. Detail ini perlu data. Sehingga karya anda tidak menjadi biasa seperti makanan yang dijalan. Tidak jadi sesuatu yang spesial. Riset itu penting. Saya selalu berusaha untuk riset,” Tegasnya.

El Shirazy mengatakan bahwa jika ingin menulis, dari yang paling diketahui dan paling dekat dengan diri kita. Hampir semua penulis besar melakukan hal serupa dengannya. Maka setiap detail akan berbuah menjadi karya sastra.

“Makanya saya seringkali menulis yang paling saya ketahui dan paling dekat dengan saya. Dan ternyata hampir semua penulis besar seperti itu. Jadi sebenarnya kita bisa menulis apapun yg kita ketahui. Itu kalo detail akan menjadi sastra,” Tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa menulis karakter tokoh dan penamaan pada tokoh sangat penting.

“Selanjutnya anda tulis karakter tokohnya. Nama, jangan bikin nama sembarangan saran saya. Bikinlah nama yang kamu suka. Kalo nama itu kamu sukai,akan menyegerakan ke bab selanjutnya. Temasuk karakter itu bayangkan wajahnya, suaranya, supaya pas nulis anda tidak kehilangan karakter. Seperti itu perlu.” Lanjutnya.

Dalam seminarnya, El Shirazy memaparkan pengalamanya selama ia menulis novel best seller Ayat-Ayat Cinta di Mesir. Saat itu ketika ia menulis novel tersebut, ia baru pulang dari Mesir. Selama 7 tahun ia menetap disana. Maka, ia lebih hafal lorong Kota Mesir dari pada Kota Semarang saat itu. Ia pun merasakan beban yang berat saat menulis novel tersebut, namun dengan kekuatan cinta maka jadilah sebuah karya yang indah.

Dalam proses menulis, El Shirazy menghimbau untuk disiplin dalam membuat jadwal kerja agar karya yang dibuat dapat rampung sesuai target.

“Buat jadwal kerja. Bikin jadwal kerja. Jangan “seingatnya”. Kemudian anda akan jadi sastrawan yang produktif. Seniman yang berkualitas. Bikin target. Disiplin menulis bab demi bab,” Ujar El Shirazy

Dibalik karya yang hebat, terselip sebuah judul yang menarik. Menurutnya, sebuah judul diibaratkan sebuah wajah. Ia pun menjelaskan untuk membuat judul supaya menarik, hindari membuat judul yang klise. Pilihlah judul yang ada hubungannya dengan isi. Judul harus berisikan rasa penasaran dan misterius agar terlihat indah dan terdengar enak.

“Pilihlah judul yg ada hubungannya dengan isi. Kalo gada hubungannya nanti pembaca kapok. Ada misterius judulnya. Ada rasa penasarannya. Bikin judul yang dilihat indah, didengar enak. Bikin yg mudah diingat agar best seller. Jangan bikin judul terlalu panjang. Baiknya judul itu terdiri dari 1-3kata,” Lanjutnta.

Sebelum mengakhiri seminarnya, El Shirazy berpesan untuk menjadi penulis yang murni. Jangan menjadi editor ataupun kritikus saat mengawali proses menulis. Hargailah diri sendiri dan tak lupa bersyukur pada Allah S.W.T

“Jadilah murni penulis. Jangan jadi editor. Jangan jadi kritikus. Percayalah baru nulis 2 paragraf udah km hapus. Sibuk mikirin seperti itu. Nikmati aja. Cerita aja. Nikmati cerita kamu. Setelah rampung 150 halaman, setelah itu kamu jadi editor dan kritikus pertama. Kalo kamu gabisa menghargai diri kamu, artinya kamu tidak bersyukur pada Allah,” Tutupnya.

Sementara itu, dalam seminar tersebut juga El Shirazy menyampaikan synopsis Film Ayat-Ayat Cinta 2 yang akan tayang pada 21 Desember mendatang.

Anindhita/AM/SiGMA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *