Menunggu Aduan, SEMA  F Syariah Wait and See

“Di SEMA F sudah ada bagian controling. Cuma karena belum adanya aduan, kita sebagai lembaga independen hanya wait and see terkait HMJ HES kemarin. Karena tidak ada aduan, kami tidak mau intervensi dapur mereka. “

 

Adi selaku Senat Mahasiswa Fakultas Syariah berikan tanggapan soal kisruh HMJ HES, Pihaknya menyatakan bahwa bisa saja SEMA F Syariah melakukan tindakan terhadap HMJ HES, hanya saja perlu ada aduan dari pihak yang terkait agar SEMA bisa segera menindaknya.

“dalam konstitusi, ada gugatan contentiosa (Gugatan biasa-red), selanjutkan akan kami eksekusi. Sekarang lembaga senat mahasiswa kan memiliki dwi fungsi, sebagai legislatif iya, seagai yudikatif jga iya”. Ujarnya

Dirinya juga menjelaskan bahwa di SEMA F juga ada komisi kontroling sebagai pihak yang akan menampung aspirasi mahasiswa yang melakukan pengaduan.

“Seharusnya itu diadukan ke komisi kontroling, bilamana ada kegaduhan seperti HMJ HES kemarin, seharusnya itu diadakan. Nanti kami yang eksekusi. Jika tidak ada pengaduan kami jelas tidak bisa menindaklanjuti. Ditakutkan bilamana tidak ada aduan, kami langsung eksekusi. Itu salah satu bentuk intervensi. Lagi-lagi kita disini sebagai lembaga independen”. Lanjutnya.

Adi juga menegaskan bahwa SEMA sebenarnya sudah mengetahui permasalahan ini sejak Agustus lalu dan pihaknya tetap melakukan pengawasan sebagaimana mestinya.

“saya tidak mau menafsirkan ketidak harmonisan di kubu HMJ HES, yang jelas kami punya fungsi Legislatif dan Yudikatif. Dan ada Sidang Umum yang menjadi tempat evaluasi untuk lembaga-lembaga dibawah SEMA F.” Tegas Adi.

29 November nanti akan dilaksanakan sidang umum II, sebagai bentuk evaluasi kinerja eksekutif. Hanya saja permasalahan-permasalahan tersebut tidak akan dibahas di Sidang Umum.

“itu permasalahan dapur masing-masing. Perlu diketahui juga bahwa sidang umum ini adalah salah satu bentuk tindak pengevaluasian kinerja eksekutif. Artinya bahwa kalau mau dibahas.ini nantinya jadi salah satu bentuk intervensi dari kami. Jadi tidak akan ada tindak lanjut dari kami terkait permasalahan tersebut”. Ungkapnya.

Nanang Afifi Selaku SEMA U juga menanggapi hal tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa memang benar proses evaluasi itu lewat sidang umum dan SEMA U juga akan melakukan teguran secara individu apabila ada permasalahan

“Kembali mengacu UU KBM, dalam UU KBM diatur mengenai evaluasi, secara individu kami tetap mengawal, tapi secara sistem kami mengawal lewat sidang. Ujarnya.

(Reski/AM/SiGMA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *